KHOTBAH IBADAH RAYA

October 21, 2018 | Penulis: Ps. Jefry Radona Wuntu,S.Th.

MENJADI MURID YANG NORMAL

  • Ibrani 5:11-14

Penulis Kitab Ibrani menujukan suratnya kepada orang Ibrani yang sudah percaya kepada Tuhan dengan satu tujuan yaitu mereka menjadi seorang murid yang benar-benar memiliki pertumbuhan iman yang benar. Sebagai seorang yang percaya kepada Tuhan ada satu masalah yang besar yaitu mereka hanya sekedar percaya tapi tidak menjadi layaknya seorang murid yang terus belajar dan memiliki perubahan hidup, dan ini bisa dikategorikan sebagai murid yang “abnormal” (tidak normal) sebab itu pentingnya kita menjadi murid yang normal, yaitu murid yang terus belajar tentang Firman Tuhan dan berdampak bagi kehidupan kita karena kita bukan hanya sekedar belajar/tahu tapi kita praktekkan dalam kehidupan kita.

Menjadi murid Tuhan yang tidak mau bertumbuh maka akan mengakibatkan pertumbuhan iman tidak maksimal dan yang lebih berbahaya yaitu menjadi murtad (Ibr 6:6), oleh sebab itu mari kita menjadi murid yang normal. Bagaimana kita menjadi murid yang normal ? Ada beberapa langkah yang harus kita lakukan :

1. Menyadari adanya kelemahan dan membuat kita untuk meresponinya dengan memperbaikinya dengan  menjadi suatu kekuatan (Ibr 5:11-12), orang yang ingin berubah menjadi baik maka langkah awal yaitu sebuah kesadaran akan kondisinya yang belum menjadi baik. Para penerima surat Ibrani diperingatkan bahwa sebenarnya dari waktu mereka mengikut Tuhan maka sudah seharusnya iman mereka bertumbuh dan menjadi seorang “pengajar”, ini merupakan sebuah kegagalan dan itu diakibatkan oleh karena mereka “..telah lamban dalam hal mendengarkan..” (Ay.11). Ini menjadi peringatan penting bagi kita bahwa kita jangan menjadi lamban dalam hal mendengarkan pengajaran Firman Tuhan, sebaliknya kita harus cepat dalam hal mendengar (Yak 1:19). Orang Ibrani/Yahudi adalah orang yang memiliki suatu sistem belajar yang begitu baik dalam hal mendidik anak-anak mereka untuk mengenal Taurat Tuhan, sistem pembelajaran Taurat mereka dibedakan dalam 3 pola yang diajarkan menurut usia, pola yang diterapkan itu sebagai berikut :

  • Beit-Safar, Pola belajar bagi anak usia 5- 10 tahun
  • Beit-Talmud, Pola belajar bagi anak usia 10-14 tahun
  • Beit-Midrash. Pola belajar bagi anak usia 14-30 tahun,

Adapun pola ini begitu sistematis , dan penuh kedisiplinan yang tinggi dan bukan hanya itu untuk perpindahan dari setiap tingkatan dibutuhkan suatu pengetahuan yang sesuai standar dan bukan hanya asal menurut umur saja. Inilah yang menjadi gambaran “kritikan” bagi banyak anak Tuhan ada yang umur/usia pengiringannya kepada Tuhan sudah begitu lama tapi tidak memiliki pengetahuan dan perubahan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka kalau kita ingin berubah, sadarilah akan kelemahan kita dan mulailah berubah dengan belajar Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh dan terlihat dari perubahan tindakan dan karakter dalam kehidupan kita.

2. Mulai untuk membuktikan pengertian akan Firman Tuhan yaitu menjadi pelaku Firman Tuhan dan bukan hanya sekedar tahu (Ibr 5:12-13), Setiap Firman Tuhan yang kita dengar bukan hanya sebatas teori (pengetahuan) tapi harus menjadi praktek (tindakan nyata) dalam kehidupan kita. Firman Tuhan itu begitu penting karena Firman Tuhan membuat kita memiliki hati yang berkobar-kobar untuk Tuhan (Luk 24:32), artinya Firman Tuhan akan membuat kita bersemangat dalam Tuhan. Kita juga menyadari akan kesalahan kita untuk berubah karena Firman Tuhan (II Tim 3:16), Firman Tuhan juga begitu dahsyat seperti “pedang bermata dua,..yang sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran kita” (Ibr  4:12). Sebab itu Tuhan selalu memberikan ajaran Firman-Nya bagi kita yang dikasihi-Nya (Ams 3:12)

3. Menjadi dewasa dan bijaksana sebagai murid Kristus (Ibr 5:14), menjadi dewasa adalah ketika kita terus melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dan kita terus belajar menjadi bijaksana untuk dapat memiliki mana yang harus kita lakukan (kehendak Tuhan) dan mana yang tidak boleh kita lakukan (dosa). Firman Tuhan yang terus kita pelajari dan kita latih akan menjadi “filter” (saringan) kita untuk memilih mana yang benar. Ketika kita melakukan hal itu maka kita akan menjadi orang yang dewasa dalam Tuhan, orang yang dewasa dalam Tuhan bukan hanya ditentukan oleh usia akan tetapi ketika dia mampu “..membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:2). Ketika kita tekun dalam melakukan kehendak Tuhan maka kita menerima janji Tuhan. Sebab itu maka dibutuhkan ketekunan (Ibr 10:36). Janji Tuhan yang akan kita terima adalah :

  • Memiliki rancangan Tuhan yang penuh dengan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan (Yer 29:11)
  • Menikmati berkat Tuhan yang melimpah dan menjadi berkat (Kej 12:3)
  • Merasakan penyertaan Tuhan seumur hidup (Mat 28:20)
  • Memperoleh keberhasilan karena penyertaan Tuhan (Kej 39:23)
  • Masuk dalam Kerajaan Sorga (Mat 7:21 b)

Sebab itu marilah kita menjadi dewasa dalam Tuhan (I Kor 13:11)

 

Marilah kita menjadi murid yang normal yaitu murid yang mau berubah ketika merasakan kelemahan dan berubah menjadi kuat, melakukan Firman Tuhan dan bukan hanya sekedar memiliki pengetahuan akan Firman Tuhan dan juga menjadi dewasa dalam Tuhan yaitu murid yang terus melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Amin

Bp. Gembala

(Ps.Herry Wuntu, S.Th)

~ Minggu, 21 Oktober 2018

 

Ringkasan Khotbah